KERAJAAN DEMAK
EDITOR :
Bapak Gita Ade Pradana, S.Pd.
PENGARAH : Ibu
Septiani, S.Pd.I.
PEMAIN :
1.
SULTAN RADEN PATAH :
2.
SULTAN PATI UNUS :
3.
SULTAN TRENGGONO :
4.
PARWOTO :
5.
ARYA PENANGSANG :
6.
JOKO TINGKIR :
7.
GRUP PRAJURIT 1 :
8.
GRUP PRAJURIT 2 :
9.
PATIH 1 :
10.
PATIH 2 :
11.
VOC BELANDA :
12.
NARATOR :
NARATOR :
Di ceritakan di daerah jawa tengah pada sekitar abad ke 9 berdirilah
kerajaan islam Demak,raja pertamanya
sangat tersohor bernama RADEN PATAH, beliau merupakan putra dari Raja Brawijaya
5 dari kerajaan Majapahit dan ibunya yang merupakan keturunan dari Champa
negeri Cina. Beliau Kelihatannya
bimbang,,tapi kenapa ? Bagaimana kisahnya?
( Yel Yel SD4 ) “TERIAK
“ SD 4
.............JAWABNYA : JOYO REJO HEY. (semua siswa/i)
( Lanjut Narator ) kita
saksikan langsung di TKP .............
RADEN PATAH : (monolog) Kerajaan ini sudah bukan kerajaan
yang remeh, kerajaan ini aku bangun dengan kerja keras dan semangat pantang
menyerah, tak akan ku biarkan kerajaan ini hancur bagaimanapun resikonya walau
harta dan nyawa jadi taruhannya. Bulan depan akan ku siapkan prajurit-prajurit
utama untuk menyerang dan perluas wilayah ke jawa timur.......
NARATOR : Selama
persiapan perluasan wilayah Demak, para prajurit giat berlatih ilmu kanuragan nya
di alun alun kerajaan. Saat itu juga Raden Patah memantau jalannya latihan para
prajurit dan entah mengapa tiba-tiba Raden Patah marah. Bagaimana kisahnya ?
langsung saja ke TKP !!
PRAJURIT :
(Latihan) Hiak .......hiak....... hiak ............hiak
RADEN PATAH : ( Teriak ) Stop !! Latihan macam apa itu ?
Lemah..... gak ada tenaga !! kita harus bertambah kuat dalam 1 bulan ini,
(tunjuk )coba kamu kesini .Maju....
PRAJURIT :
( KETAKUTAN ) IYA BAGINDA !
RADEN PATAH : Ku printahkan maju serang aku..... sebelum
aku yang menyerangmu
PRAJURIT :
Baik Baginda...... Haik......yak ...........yak. .............yak
RADEN PATAH : ( dengan mudah menghindar dari serangan )
Lemah ! (tinju) terima ini .
PRAJURIT :
Ah.......( bruk ) ampun ampun baginda.
RADEN PATAH : Kalian semua lemah......istirahat !!
PRAJURIT :
Baik baginda...............
NARATOR :
Waktupun tiba,,serangan Demak di lancarkan ke wilayah timur jawa,,
kemenangan diperoleh pihak Demak............ Selama pemerintahan Raden Patah,
rakyat dan keadaan kerajaan aman dan makmur. Tahun berganti tahun....... usia
Raden patah semakin bertambah tua, dan tibalah waktu terakhirnya,.Setelah raden
Patah wafat pemerintahan Demak di lanjutkan anaknya yang bernama PATI UNUS.
Mari langsung saja kita saksikan di TKP.
PATI UNUS :
(monolog) ayahanda telah tiada, aku berjanji akan tetap melanjutkan
perjuangan nya. Kerajaan ini harus lebih kuat dan berjaya di nusantara, aku
masih teringat kejayaan majapahit dengan kegigihan paman gajah mada dalam
sumpah palapanya. Bagimanapun caranya kerajaan ini bisa melampaui majapahit.
PATIH :
SENDIKO DAWUH BAGINDA...........aku mendapat kabar bahwa keberadaan
Belanda di malaka telah mengganggu kegiatan dagang kita....bagaimana dan apa
yang harus kita lakukan baginda ?
PATI UNUS : Benarkah
itu,,, kalau begitu kita harus siapkan strategi untuk menyerang portugis,
siapkan senjata dan prajurit.
PATIH :
Baiklah baginda.... ( berssimpuh )
NARATOR :
Waktu yang di sepakati telah tiba, PATI UNUS beserta pasukannya
melakukan perjalanan laut dengan berlayar untuk sampai ke malaka. Singkat
cerita,,, berminggu minggu perjalanan mereka pun telah sampai. Mereka beristirahat
melepaas penat dan menyiapkan strategi penyerangan. Hari penyerangan pun
tiba.apa yang terjadi..Mari langsung saja kita saksikan di TKP.
PATI UNUS :
PATIH............ apakah persentaan kita sudah lengkap ? prajurit sudah
siap semua? lakukan penyerangan secara cepat dan tepat ke jantung pertahanan
mereka.
PATIH :
SIAP LAKSANAKAN BAGINDA............... SERANG........
VOC : ( KAGET ) HA ? pasukan dari mana
itu.......... bersiap !! ( waktu itu sedang santai2).
PRAJURIT :
ciiiiiiiat..........ciiiat...............( melakukan penyerangan membabi
buta )
VOC :
ah...............ah........ah ( banyak yang mati karna tidak bersiap ) ( tapi
dari balik semak munculah rombongan bersenjata tembak dan meriam )
PRAJURIT :
WADUH........... mundurmundur ( kalang kabut ) (banyak juga yang mati).
Termasuk PATI UNUS
NARATOR :
Penyerangan ke malaka berbuntut tewasnya PATI UNUS dalam pertempuran
itu. Kedudukan pemerintahan Demak secara tidak langsung berada di tangan Sultan
Trenggono. Pada masanya kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan. Mari langsung
saja kita saksikan di TKP.
TRENGGONO : (
monolog ) Dalam mempertahankan kedaulatan memang banyak sekali resikonya,,
harta jiwa dn raga harus di fokuskan untuk kemenangan......... aku harus
mempersiapkan PARWOTO anakku yang nantinya akan menggantikanku....
Prajurit-prajurit.........tolong panggilkan PARWOTO.
PRAJURIT :
siap Baginda.
PARWOTO : permisi Romo....... apakah ada hal yang
penting yang bisa aku lakukan ? karena aku melihat raut wajah Baginda yang
nampak serius.
TRENGGONO :
Kamu benar anak ku, Romo memang sedang memikirkan sesuatu, tentang kelangsungan
nasib kerajaan kita. Kamu pasti mengerti itu, kerajaan kita saat ini di pandang
sebagai kerajaan islam yang jaya, jangan sampai kita lengah dengan hal itu.
PARWOTO : Itu benar Romo, aku mengerti,, adakah
hal lain yang Romo fikirkan selain hal itu?
TRENGGONO : Hal itu lah yang menjadi hal utama yang
sedang Romo fikirkan. Romo ingin kamu menjaga kejayaan kerajaan kita ini, Romo
percaya kamu bisa. Kamu tau kan Romo sudah Tua, Sepeninggal Romo kamu harus
ingat itu dan buktikan kamu bisa.
PARWOTO : Iya Romo, aku berjanji akan menjaga
kejayaan kerajaan kita ini.
NARATOR : Sepeninggal Sultan Trenggono,
keadaan kerajaan goyah karna adanya perang saudara yakni perselisihan antara
Parwoto “ anak sultan Trenggono “ dengan Arya Penangsang “ Adik Sultan
Trenggono “ . Arya Penangsang ingin menguasai kursi pemerintahan di kerajaan Demak
yang seharusnya di duduki oleh Parwoto. Pertarungan pun tak terelakan,, Mari
langsung saja kita saksikan di TKP.
ARYA : Hai Parwoto, setelah Baginda
Sultan wafat kursi pimpinan kerajaan sepantasnya aku yang duduki. Kamu gak
pantas untuk bisa lanjutkan kejayaan kerajaan ini,,kamu orang lemah.
PARWOTO : Jangan se enaknya kalo bicara, aku
sudah mendapat amanah Romo untuk duduki kepemimpinan kerajaan ini. Aku sudah
berjanji dengan Beliau. Kalo kamu masih serakah ingin kan hal itu kamu harus
hadapi aku terlebih dulu.
ARYA : Kalo itu maumu aku tidak akan
gentar.. majulah kamu........... hiaaaaaaaaaaaak.
( SILAHKAN BER-AKTING PERANG ANTARA KEDUANYA) USAHAKAN
SLOMOTION. JANGAN LANGSUNG MATI.
SETELAH ITU........................ ARYA PENANGSANGLAH
YANG MENANG)
NARATOR : Peperangan itu di menangkan Arya
penangsang, orang yang serakah dan tamak. Kejadian itu sampailah ke telinga
Jaka tingkir yaitu Menantu Sultan Trenggono. Dia terpukul dengan adanya
peristiwa itu. Dengan tidak banyak fikir dia langsung datang ke kerajaan Demak
untuk memastikan kebenaran berita itu. Dan alangkah kagetnya dia karna hal itu
benar adanya. Dengan geram jaka tingkir menantang Arya penangsang satu lawan
satu secara ksatria. Mari langsung saja kita saksikan di TKP.
Jaka
Tingkir : Ternyata kabar itu benar
adanya, keserakahanmu itu membutakan mata hatimu, kamu tega membunuh saudaramu
sendiri demi tahta. Sekarang kamu harus berhadapan denganku.jika memang kamu
ksatria, kita 1 lawan 1.
ARYA : Aku tidak akan biarkan
siapapun untuk menghalangi langkahku. Kamupun akan segera menyusul PARWOTO ke
akhirat. Bersiaplah !!!! Hiaaaaaaaaaaaaaaaak.....
( Peperangan
terjadi sangat sengit ) kemenangan di pihak Jaka Tingkir, dan tewaslah arya
penangsang.
Jaka
tingkir : Itulah yang pantas kamu
dapatkan, keserakahan hanya akan membawamu ke dalam kesengsaraan. Aku hanya
inginkan kerajaan ini damai dan rakyatnya sejahtera. Aku tidak rela kerajaan
ini di pimpin raja serakah dan tamak macam dia. Aku berjanji kepadamu Romo
Trenggono dan Kamu Parwoto, aku kan jaga kejayaan kerajaan keluarga kita ini.
Tenanglah di alam kelanggengan.
NARATOR : ITULAH AKHIR DARI KETAMAKAN DAN
KESERAKAHAN. SEGALA SESUATU YANG BUKAN MENJADI HAK TIDAK SEPANTASNYA DI
DAPATKAN. KEBENARAN AKAN SELALU BERJAYA DI MUKA BUMI SELAMA MANUSIA NYA BER
AKHLAK DAN BERBUDI LUHUR.