Senin, 02 Januari 2017

NASKAH DRAMA

KERAJAAN DEMAK

EDITOR                                                : Bapak Gita Ade Pradana, S.Pd.
PENGARAH                                         : Ibu Septiani, S.Pd.I.

PEMAIN                                               :
1.             SULTAN RADEN PATAH          :
2.             SULTAN PATI UNUS                 :
3.             SULTAN TRENGGONO            :
4.             PARWOTO                                  :
5.             ARYA PENANGSANG              :
6.             JOKO TINGKIR                         :
7.             GRUP PRAJURIT  1                  :
8.             GRUP PRAJURIT  2                  :
9.             PATIH 1                                      :
10.         PATIH 2                                      :
11.         VOC BELANDA                        :
12.         NARATOR                                  :

NARATOR       :  Di ceritakan di daerah jawa tengah pada sekitar abad ke 9 berdirilah kerajaan islam  Demak,raja pertamanya sangat tersohor bernama RADEN PATAH, beliau merupakan putra dari Raja Brawijaya 5 dari kerajaan Majapahit dan ibunya yang merupakan keturunan dari Champa negeri Cina.  Beliau Kelihatannya bimbang,,tapi kenapa ? Bagaimana kisahnya?  ( Yel Yel SD4 ) “TERIAK
                        “ SD 4 .............JAWABNYA : JOYO REJO HEY. (semua siswa/i)
                        ( Lanjut Narator ) kita saksikan langsung di TKP .............

RADEN PATAH :  (monolog) Kerajaan ini sudah bukan kerajaan yang remeh, kerajaan ini aku bangun dengan kerja keras dan semangat pantang menyerah, tak akan ku biarkan kerajaan ini hancur bagaimanapun resikonya walau harta dan nyawa jadi taruhannya. Bulan depan akan ku siapkan prajurit-prajurit utama untuk menyerang dan perluas wilayah ke jawa timur.......

NARATOR        :   Selama persiapan perluasan wilayah Demak, para prajurit giat berlatih ilmu kanuragan nya di alun alun kerajaan. Saat itu juga Raden Patah memantau jalannya latihan para prajurit dan entah mengapa tiba-tiba Raden Patah marah. Bagaimana kisahnya ? langsung saja ke TKP !!

PRAJURIT         :  (Latihan) Hiak .......hiak....... hiak ............hiak

RADEN PATAH :  ( Teriak ) Stop !! Latihan macam apa itu ? Lemah..... gak ada tenaga !! kita harus bertambah kuat dalam 1 bulan ini, (tunjuk )coba kamu kesini .Maju....

PRAJURIT         :  ( KETAKUTAN ) IYA BAGINDA !

RADEN PATAH :  Ku printahkan maju serang aku..... sebelum aku yang menyerangmu

PRAJURIT         :  Baik Baginda...... Haik......yak ...........yak. .............yak

RADEN PATAH :  ( dengan mudah menghindar dari serangan ) Lemah ! (tinju) terima ini .

PRAJURIT         :  Ah.......( bruk ) ampun ampun baginda.

RADEN PATAH :  Kalian semua lemah......istirahat !!

PRAJURIT         :  Baik baginda...............

NARATOR        :  Waktupun tiba,,serangan Demak di lancarkan ke wilayah timur jawa,, kemenangan diperoleh pihak Demak............ Selama pemerintahan Raden Patah, rakyat dan keadaan kerajaan aman dan makmur. Tahun berganti tahun....... usia Raden patah semakin bertambah tua, dan tibalah waktu terakhirnya,.Setelah raden Patah wafat pemerintahan Demak di lanjutkan anaknya yang bernama PATI UNUS. Mari langsung saja kita saksikan di TKP.


PATI UNUS      :  (monolog) ayahanda telah tiada, aku berjanji akan tetap melanjutkan perjuangan nya. Kerajaan ini harus lebih kuat dan berjaya di nusantara, aku masih teringat kejayaan majapahit dengan kegigihan paman gajah mada dalam sumpah palapanya. Bagimanapun caranya kerajaan ini bisa melampaui majapahit.

PATIH              :  SENDIKO DAWUH BAGINDA...........aku mendapat kabar bahwa keberadaan Belanda di malaka telah mengganggu kegiatan dagang kita....bagaimana dan apa yang harus kita lakukan baginda ?
PATI UNUS      :  Benarkah itu,,, kalau begitu kita harus siapkan strategi untuk menyerang portugis, siapkan senjata dan prajurit.

PATIH              :  Baiklah baginda.... ( berssimpuh )

NARATOR        :  Waktu yang di sepakati telah tiba, PATI UNUS beserta pasukannya melakukan perjalanan laut dengan berlayar untuk sampai ke malaka. Singkat cerita,,, berminggu minggu perjalanan mereka pun telah sampai. Mereka beristirahat melepaas penat dan menyiapkan strategi penyerangan. Hari penyerangan pun tiba.apa yang terjadi..Mari langsung saja kita saksikan di TKP.

PATI UNUS      :  PATIH............ apakah persentaan kita sudah lengkap ? prajurit sudah siap semua? lakukan penyerangan secara cepat dan tepat ke jantung pertahanan mereka.

PATIH              :  SIAP LAKSANAKAN BAGINDA............... SERANG........

VOC                 :  ( KAGET ) HA ? pasukan dari mana itu.......... bersiap !! ( waktu itu sedang santai2).

PRAJURIT        :  ciiiiiiiat..........ciiiat...............( melakukan penyerangan membabi buta )

  VOC                 : ah...............ah........ah ( banyak yang mati karna tidak bersiap ) ( tapi dari balik semak munculah rombongan bersenjata tembak dan meriam )

PRAJURIT        :  WADUH........... mundurmundur ( kalang kabut ) (banyak juga yang mati). Termasuk PATI UNUS

NARATOR        :  Penyerangan ke malaka berbuntut tewasnya PATI UNUS dalam pertempuran itu. Kedudukan pemerintahan Demak secara tidak langsung berada di tangan Sultan Trenggono. Pada masanya kerajaan Demak mencapai puncak kejayaan. Mari langsung saja kita saksikan di TKP.

TRENGGONO  :  ( monolog ) Dalam mempertahankan kedaulatan memang banyak sekali resikonya,, harta jiwa dn raga harus di fokuskan untuk kemenangan......... aku harus mempersiapkan PARWOTO anakku yang nantinya akan menggantikanku.... Prajurit-prajurit.........tolong panggilkan PARWOTO.

PRAJURIT        :  siap Baginda.

  PARWOTO       :  permisi Romo....... apakah ada hal yang penting yang bisa aku lakukan ? karena aku melihat raut wajah Baginda yang nampak serius.

 TRENGGONO   : Kamu benar anak ku, Romo memang sedang memikirkan sesuatu, tentang kelangsungan nasib kerajaan kita. Kamu pasti mengerti itu, kerajaan kita saat ini di pandang sebagai kerajaan islam yang jaya, jangan sampai kita lengah dengan hal itu.

PARWOTO         : Itu benar Romo, aku mengerti,, adakah hal lain yang Romo fikirkan selain hal itu?

TRENGGONO    : Hal itu lah yang menjadi hal utama yang sedang Romo fikirkan. Romo ingin kamu menjaga kejayaan kerajaan kita ini, Romo percaya kamu bisa. Kamu tau kan Romo sudah Tua, Sepeninggal Romo kamu harus ingat itu dan buktikan kamu bisa.

PARWOTO         : Iya Romo, aku berjanji akan menjaga kejayaan kerajaan kita ini.

NARATOR          : Sepeninggal Sultan Trenggono, keadaan kerajaan goyah karna adanya perang saudara yakni perselisihan antara Parwoto “ anak sultan Trenggono “ dengan Arya Penangsang “ Adik Sultan Trenggono “ . Arya Penangsang ingin menguasai kursi pemerintahan di kerajaan Demak yang seharusnya di duduki oleh Parwoto. Pertarungan pun tak terelakan,, Mari langsung saja kita saksikan di TKP.

ARYA                 : Hai Parwoto, setelah Baginda Sultan wafat kursi pimpinan kerajaan sepantasnya aku yang duduki. Kamu gak pantas untuk bisa lanjutkan kejayaan kerajaan ini,,kamu orang lemah.

PARWOTO         : Jangan se enaknya kalo bicara, aku sudah mendapat amanah Romo untuk duduki kepemimpinan kerajaan ini. Aku sudah berjanji dengan Beliau. Kalo kamu masih serakah ingin kan hal itu kamu harus hadapi aku terlebih dulu.

ARYA                 : Kalo itu maumu aku tidak akan gentar.. majulah kamu........... hiaaaaaaaaaaaak.

( SILAHKAN BER-AKTING PERANG ANTARA KEDUANYA) USAHAKAN SLOMOTION. JANGAN LANGSUNG MATI.
SETELAH ITU........................ ARYA PENANGSANGLAH YANG MENANG)

NARATOR          : Peperangan itu di menangkan Arya penangsang, orang yang serakah dan tamak. Kejadian itu sampailah ke telinga Jaka tingkir yaitu Menantu Sultan Trenggono. Dia terpukul dengan adanya peristiwa itu. Dengan tidak banyak fikir dia langsung datang ke kerajaan Demak untuk memastikan kebenaran berita itu. Dan alangkah kagetnya dia karna hal itu benar adanya. Dengan geram jaka tingkir menantang Arya penangsang satu lawan satu secara ksatria. Mari langsung saja kita saksikan di TKP.

Jaka Tingkir       : Ternyata kabar itu benar adanya, keserakahanmu itu membutakan mata hatimu, kamu tega membunuh saudaramu sendiri demi tahta. Sekarang kamu harus berhadapan denganku.jika memang kamu ksatria, kita 1 lawan 1.

ARYA                 : Aku tidak akan biarkan siapapun untuk menghalangi langkahku. Kamupun akan segera menyusul PARWOTO ke akhirat. Bersiaplah !!!! Hiaaaaaaaaaaaaaaaak.....

( Peperangan terjadi sangat sengit ) kemenangan di pihak Jaka Tingkir, dan tewaslah arya penangsang.

Jaka tingkir        : Itulah yang pantas kamu dapatkan, keserakahan hanya akan membawamu ke dalam kesengsaraan. Aku hanya inginkan kerajaan ini damai dan rakyatnya sejahtera. Aku tidak rela kerajaan ini di pimpin raja serakah dan tamak macam dia. Aku berjanji kepadamu Romo Trenggono dan Kamu Parwoto, aku kan jaga kejayaan kerajaan keluarga kita ini. Tenanglah di alam kelanggengan.

NARATOR          : ITULAH AKHIR DARI KETAMAKAN DAN KESERAKAHAN. SEGALA SESUATU YANG BUKAN MENJADI HAK TIDAK SEPANTASNYA DI DAPATKAN. KEBENARAN AKAN SELALU BERJAYA DI MUKA BUMI SELAMA MANUSIA NYA BER AKHLAK DAN BERBUDI LUHUR.












PENTINGNYA SEJARAH

Mengapa Harus Belajar Sejarah?
Sejarah sebagai bahan pembelajaran manusia akan perjalanan peradabannya dari mulai Nabi Adam diciptakan. Tujuan mempelajari sejarah yaitu agar kita mengetahui dan memahami akan pentingnya kisah-kisah peradaban di masa lalu sehingga masyarakat tersebut bisa tahu akan asal usul bangsa, budaya dan agamanya. Dari sejarah, kita bisa mengetahui dan memahami peristiwa penting di masa lalu yang sangat berpengaruh bagi kehidupan di masa sekarang.
Contohnya adalah sejarah Indonesia merdeka. Jika kita tidak mengetahui sejarah tentang bangsa kita sendiri, akankah kita tahu asal muasal bangsa kita? Jika kita tidak mengetahui sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia, kita tidak akan pernah tahu betapa besarnya jasa pahlawan yang memperjuangkan agama dan bangsa dari tekanan imperialisme penjajah Eropa. Jika orang-orang di masa lalu tidak memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, akankah kita merdeka seperti sekarang ini?


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2014/03/31/48646/mengapa-harus-belajar-sejarah/#ixzz4UfDoczI2